Halal Bihalal & Reuni 2010
Mengoptimalkan Kekuatan Diri Kita
Seperti yang dinantikan Mas Alhijr Adwitiya di sini. Semoga posting berisi tips-tips sederhana ini dapat menjadi renungan berharga bagi kita bersama. Untuk kemudian kita ACTION-kan dalam kehidupan sehari-hari kita.Silakan simak lima tips mengatasi masalah hidup dengan mengoptimalkan kekuatan dari dalam diri kita sebagai sumber solusinya.
- The Power of Kepepet. Terkait khususnya dengan sikap suka menunda pekerjaan, salah satu cara mengatasinya dengan menggunakan the power of kepepet. Katakan pada diri kita kalau kita punya waktu tak lama. Mungkin lima menit atau 10 menit untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus kita lakukan. Bahkan mungkin dengan pernyataan yang lebih ekstrem, katakan kalau mungkin ini aktivitas terakhir yang bisa kita lakukan di dunia ini. Saya yakin kita akan melakukannya dengan penuh kesungguhan dan tak ada lagi penundaan. Waktu yang singkat akan menekan kita bekerja cepat. Dalam situasi kepepet kita kerap bisa bertindak luar biasa.
- Cintai Apa yang Anda Lakukan. Apapun profesi atau pekerjaan anda, dan apapun yang anda lakukan, lakukanlah itu dengan penuh kecintaan. Bila kita mencintai apa yang kita lakukan, tak ada kata malas, tak ada kata payah, tak ada kata putus asa. Lakukan yang anda suka dan kebahagiaan akan mengikuti anda. Bisa dalam bentuk uang atau hal lain yang jauh lebih membahagiakan yang tak dapat ditukar hanya sekedar oleh harta.
- STOP Berpikir Negatif. Positif dan negatif merupakan kedua hal yang selalu akan berdampingan sampai kapanpun. Namun bila kita selalu hanya terjebak dalam kubangan pikiran negatif tak akan pernah ada waktu untuk melihat sebuah persoalan dengan jernih. Misalkan saja kita berkata “ah ini kan sulit”, “mana mungkin saya bisa,” dan segala macam pernyataan sejenis yang hanya melihat aspek negatif suatu hal.
Segera alihkan perhatian anda pada hal yang positif. Pada peluang baik dan kesempatan positif dari setiap hal atau peristiwa yang terjadi. Bisa sebagai sebuah kesempatan untuk belajar, untuk menjadi insan yang lebih baik, untuk mendapatkan penghasilan tambahan, untuk membangun jaringan yang lebih luas, untuk meraih cita-cita anda, atau apapun itu.
Kalau kita melihat sisi positifnya, dan bukan pada sisi negatifnya, ketakutan yang selama ini menjalar pada diri anda akan berkurang. Dan anda akan merasa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih optimis, dan penuh semangat. - Buat Komitmen. Kadang saya dengar pengkomentar yang misal mengetakan sedang kehilangan motivasi atau kurang bersemangat menjalani hidup. Kuncinya, berkomitmenlah secara jujur pada diri kita sendiri. Buat komitmen untuk menjalani hidup yang lebih baik dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dan dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya.
Kemudian katakan komitmen itu pada orang-orang di sekitar anda. Ceritakan perkembangan atau kegiatan yang telah anda lakukan terkait komitmen anda sekecil apapun itu pada orang yang sudah anda beritahu tadi.
Kita harus bertanggung jawab pada komitmen yang sudah dibuat. Jangan buat malu diri kita sendiri. Jadikan komitmen yang telah kita katakan sebagai penjaga semangat kita. - Mulai ACTION saja. Ya, selanjutnya ACTION saja. Saat mulai ACTION, berarti anda mulai bergerak. Tidak lagi berada di tempat yang sama. Anda sudah melakukan sebuah kemajuan. Sekecil apapun itu! Daripada hanya mengkhawatirkan hal yang tidak jelas atau berangan-angan tanpa pangkal ujung, mulai ACTION saja. Segalanya akan lebih mudah saat anda mulai ACTION.
Jadilah Diri Anda Sendiri !
Abraham Maslow pernah mengeluarkan nasehat bahwa salah satu yang penting untuk diingat bagi siapa pun yang ingin mengaktualisasikan potensinya adalah membedakan antara jalan dan tujuan dalam praktek hidup. Dalam teori, pasti semua orang sudah tahu apa itu perbedaan antara jalan dan tujuan, tetapi dalam praktek, jawabnya belum tentu.
Andaikan semua orang sudah mengerti perbedaan antara jalan dan tujuan dalam praktek, tentulah ilmu manajemen tidak sampai berpetuah: “Jangan menjadikan aktivitas sebagai tujuan”. Aktivitas adalah jalan, cara atau sarana sedangkan tujuan adalah sasaran yang hendak kita wujudkan dengan cara yang kita terapkan. Aktivitas bukanlah tujuan dan tujuan bukanlah aktivitas, dan karena itu perlu dibedakan.
Andaikan semua orang sudah mengerti perbedaan antara cara dan tujuan dalam praktek, tentulah Thomas Alva Edison tidak sampai berpetuah: “Jangan hanya menenggelamkan diri pada kesibukan demi kesibukan tetapi bertanyalah tujuan dari kesibukan yang Anda jalani.” Kesibukan kerapkali melupakan kita akan tujuan dari kesibukan itu dan karena itulah maka perlu diingatkan.
Dalam kaitan dengan pembahasan kali ini, mungkin sekali‐sekali kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah berpikir positif itu jalan atau tujuan? Menggunakannya sebagai jalan berarti setelah kita berpikir positif masih ada proses positif yang perlu kita jalani sedangkan menggunakannya sebagai tujuan berarti kita cukup hanya sampai pada tahap menciptakan pikiran positif atas kenyataan buruk di tempat kerja, di sekolah, di kampus dan di mana‐mana.
Memilih sebagai jalan atau tujuan, sebenarnya adalah hak kita. Tidak ada orang yang akan melaporkan kita ke polisi dengan memilih salah satunya. Tetapi kalau kita berbicara manfaat yang sedikit dan manfaat yang banyak maka barangkali sudah menjadi keharusan pribadi untuk selalu mengingat bahwa berpikir positif itu adalah jalan yang kita bangun untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Logisnya bisa dijelaskan bahwa jika jalan yang kita pilih itu positif, maka perjalanan kita menuju terminal tujuan juga positif atau terhindar dari hambatan‐hambatan negatif akibat dari kekeliruan kita dalam memilih jalan. Begitu ‘kan?
Hal ini agak berbeda sedikit dengan ketika kita memilihnya sebagai tujuan. Dibilang baik memang sudah baik dan dibilang untung memang sudah untung. Untung yang paling riil adalah mendapatkan suasana batin yang positif atau terhindar dari hal‐hal buruk yang diakibatkan oleh pikiran negatif. Dale Carnegie menyimpulkan: “Ingatlah kebahagiaan tidak tergantung pada siapa dirimu dan apa yang kamu miliki tetapi tergantung pada apa yang kamu pikirkan.”
Hanya saja, jika ini dikaitkan dengan persoalan mengaktualkan potensi atau meraih prestasi yang lebih tinggi di bidang‐bidang yang sudah kita pilih, tentulah masih belum final. Mengapa? Perlu disadari bahwa suasana batin yang sepositif apapun tidak bisa mengaktualisasikan potensi sedikit meskipun kalau suasana batin kita keruh akibat pikiran negatif, maka usaha kita untuk mengaktualisasikan potensi itu dipastikan terhambat. Jangankan potensi, sampah pun, menurut Tom Peters, tidak bisa dibuang oleh pemikiran yang jenius atau oleh strategi yang jitu.
Bahkan menurut Charles A. OʹReilly, Professor, Stanford Graduate School of Business, dunia ini tidak peduli dengan apa yang kita tahu kecuali apa yang kita lakukan. Puncak dari kehidupan ini adalah tindakan, bukan pengetahuan. Mahatma Gandhi menyimpulkan bahwa ukuran penilaian manusia yang paling akhir adalah aksi, titik. Ini sudah klop dengan penjelasan Tuhan bahwa kita tidak mendapatkan balasan dari apa yang kita khayalkan (fantasi) melainkan dari apa yang kita usahakan.
Demam Emas di Kendari
Sebulan belakangan ini daerah gw jadi ladang emas. Gini ceritanya..
Kejadiannya di akhir Ramadhan bulan lalu. Tersebutlah sebuah Kabupaten bernama Bombana, empat jam perjalanan dari Kota Kendari. Seorang penduduk kabupaten kecil ini tiba-tiba jadi OKB, orang kaya baru, padahal gak keliatan usahanya. Macam-macam dugaan orang, dari tuduhan miara tuyul, sampe disangka kedatangan lailatul Qadar.
Usut punya usut, ternyata OKB ini nemu sebuah sungai yang pasirnya mengandung kadar emas murni. Tahi ite nama sungainya. Dia gak ngomong ke orang-orang. Keluar rumah pagi, pulangnya sore, ternyata dia mendulang emas di sungai situ. Emas yang bercampur pasir dibawa pulang, dimasak sampe lebur, sampe pasirnya misah. Berhari-hari mendulang, dia udah bisa ngumpul kiloan emas. Catet yah, bukan gram, tapi kilogram!
Tapi namanya barang kayak gitu gak bisa disembunyiin kali ya. Gatel tu lidah kalo ga diomongin. Akhirnya nyebar deh ke penduduk. Emas di sungai tahi ite pun jadi booming. Berbondong-bondong orang datang ke situ. Dari kota Kendari, luar kota , bahkan ada yang dari luar propinsi kayak Makassar, Ambon sampe Papua yang mutusin hijrah ke Kendari.
Gak berapa lama, setelah sungai Tahi Ite, masyarakat Bombana kembali nemu sungai ngandung emas, sungai Ububangka namanya. Sungai ini masih terletak di Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana. Gak gitu jauh dari sungai pertama.
Menurut bupati Bombana, DR H Atikurrahman, Ububangka ini jauh lebih banyak lagi emasnya.
Pendulangnya pun lebih rame ketimbang di Tahi Ite. Sehari bisa puluhan ribu orang.
Informasi sementara dari ahli yang dapat dipercaya sebelum uji laboratorium berikutnya, kadar emas di sungai Tahi ite dan Ububangka itu adalah 197 PPM (part per million). Kalo gak salah, itu artinya dalam satu ton pasir dulangan terdapat 197 gram emas disitu. Emas Bombana ini kabarnya juga kualitas terbaik di dunia setelah emas Korea .
Gak hanya sungai, batu, sampe akar pohon pun mengandung emas. Bahkan mencabut rumput di dua sungai ini ditanggung ada emas di bagian akarnya. Dan menurut Bupati Bombana lagi, setelah diteliti daerahnya ternyata memiliki deposit emas sebanyak 184.00 ton. Fyuhh... bayangin aja.
Jadi jangan heran kalo ke Kendari sekarang sepi banget. Jalanan lengang. Sopir angkot alih profesi jadi pendulang emas. Pekerja bangunan ninggalin pekerjaannya. Nelayan males melaut, akhirnya ikan jadi mahal. Tukang ojek pun sombong, gak ada lagi yang mau ngojek. Yang rame malah usaha jual-beli emas dadakan, di kota jadi menjamur. Konsumennya pun ngantri.
Kentara banget orang-orang yang baru pulang dari Bombana. Wajah sumringah, biasanya langsung ke pusat-pusat perbelanjaan, salon permak muka, atau ke dealer motor, beli motor bahkan mobil baru. Tapi bukan berarti gak ada resiko loh yah. Sampe hari ini tercatat udah belasan orang tewas ketimpa tanah.
Akhirnya semingguan belakangan ini pemerintah mulai mutar otak. Pendulangan udah dibatasi. Para pendulang mesti diregistrasi ulang. Daftar kayak CPNS, trus dibebankan kartu masuk wilayah pendulangan yang dibeli 250 ribu per-orang, dan ada tanggal ekspirednya.
Udah bayar kartu, eeh bukannya pendulang berkurang, malah makin banyak. Berapa sih arti 250 ribu, kalo dibanding sehari mendulang serius (kalo mujur) bisa dapat sampe 40 gram emas..?
Beydewey. Banyak cerita unik lainnya dibalik penemuan sungai emas ini. Harga kuali melonjak, yang kecil sampe 150 ribu rupiah. Ada temennya temen gw, berkunjung ke rumah tantenya, mau minjem kuali, alasannya mau dipake kemping ke gunung. Besoknya dia cuma bisa cengengesan kepergok si pemilik kuali di lokasi pendulangan. Hihihi..
Ada juga yang nyewa truk, trus ngambil tanah sungai itu dibawa pulang ke rumahnya. Trus ndulang deh dia rumahnya. Lumayan, katanya dapat 30-an gram. Tapi cara kayak gitu sekarang gak dibolehin lagi ama pemerintah.
Dan yang paling heboh, penemuan buaya di sungai emas itu. Buayanya jinak, diem aja waktu ditangkap. Anehnya, buaya itu sisiknya berwarna emas. Kepalanya berkilauan kayak dilumuri emas. Fyuhh.. gitu deh ceritanya.
Susunan Pengurus PALM TURI
PALM TURI Pusat
Ketua : Herman Prayitno (3074/69)
Wakil Ketua I/Pelaksana Harian Kediri : Bambang Saptoadji (3541/70)
Wakil Ketua II/Renbang dan Pembinaan Usaha : Sulistyohadi DS (5420/70)
Sekretaris : Arlifa Idamana (6888/82)
Bendahara : Peni Utami (6129/80)
Seksi Pembinaan Alumni : Wahyu Purwanto (4167/73)
Seksi Pendidikan : Setyo Tjahyono (4882/76)
Pengurus Palm Turi wilayah Kediri & sekitarnya 2008
KETUA : Abdul Wahab Zen (82)
WAKIL : Didik Catur (85)
SEKRETARIS 1 : Dwi Suparti (87)
SEKRETARIS 2 : M.Faizal R. (96)
BENDAHARA : RA Soetanti (75)
Seksi Pengembangan Alumni :
- Hero Nusanto (79)
- Ahmad Zaky (99)
Seksi Pendidikan & Pengembangan Almamater :
- Agus Simaryono (80)
- Nurul Fatih (99)
Seksi Kemitraan Masyarakat & Sosial :
- Peni Utami (80)
- Budi Kuncoro (80)
Seksi Humas :
- Rini (76)
- R.Totok Sugiarto (85)
- Binti Bariroh (85)



